Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Bagimanakah Seharusnya Seorang Fasilitator?

Gambar
Saya akan memulai tulisan saya dengan mengutip sebuah puisi   yang disampaikan oleh seorang pemikir asal cina yaitu puisi karya Lau Tze, " Pergi dan temuilah masyarakatmu, hiduplah dan tinggallah bersama mereka, cintai dan berkaryalah bersama mereka. Mulailah dari apa yang telah mereka miliki, buatlah rencana bersama mereka   lalu bangunlah rencana itu dari apa yang mereka ketahui, sampai akhirnya, ketika pekerjaan usai, mereka akan berkata: "Kamilah yang telah mengerjakannya. " Puisi menggambarkan tentang bagaimana seharusnya seorang Fasilitator berbuat, puisi tersebut memiliki makna yang dalam. Dan saya akan mencoba menjabarkan tiap-tiap kalimat tersebut:     Pergi dan temuilah masyarakatmu : maksudnya bahwa seorang fasilitator jangan hanya mendatangi atau mengunjungi masyarakat hanya padaa saat fasilitator “butuh” mereka ( red: masyarakat ) apalagi jika seorang fasilitaor hanya bersikap seperti ( meminjam istilah Mantan Korkot Wajo ; pak SULTAN ) pegawa...

Istri Idaman Suami

Gambar
Taat Kepada Suami Seperti yang tercermin dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di dalam shahihnya bersumber dari sahabat mulia, Abu Hurairah. Ia berkata, Rasulullah bersabda, إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا : ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ “Jika seorang istri melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga kemaluan dan taat kepada suaminya, niscaya ia masuk Surga melalui pintu-pintu Surga mana saja yang ia kehendaki.” Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ . Apakah dalam semua bentuk ketaatan kepada suami, sang istri berpeluang mendapatkan kemuliaan di sisi Allah? Jawab: Tidak. Bentuk ketaatan yang akan memberikan peluang seorang istri untuk mendapatkan kemuliaan di sisi Allah adalah ketaatannya terhadap suami dalam hal yang ma’ruf (baik). Karena, Nabi pernah bersabda, “Tidak ada ketaatan dalam...

AL-'AFUW, MAHA PEMAAF

Gambar
MAKNA AL-‘AFUW SECARA BAHASA Ibnu Fâris rahimahullah menjelaskan bahwa asal kata nama ini menunjukkan dua makna, salah satunya adalah meninggalkan sesuatu.[1] Ibnul Atsîr rahimahullah berkata: "Nama Allah "al-'Afuw" adalah wazan fa'ûl dari kata al-'afwu (memaafkan) yang berarti memaafkan perbuatan dosa dan tidak menghukumnya, asal maknanya: menghapus dan menghilangkan.[2] Al-Fairuz Abadi rahimahullah berkata: "al-'Afwu adalah permaafan dan pengampunan Allah k atas (dosa-dosa) makhluk-Nya, serta tidak memberikan siksaan kepada orang yang pantas (mendapatkannya).[3] PENJABARAN MAKNA NAMA ALLAH AL-‘AFUW Al-'Afuw adalah zat yang maha menghapuskan dosa-dosa dan memaafkan perbuatan-perbuatan maksiat.[4] Syaikh `Abdurrahmân as-Sa'di rahimahullah ketika menafsirkan firman Allah Azza wa Jalla : إنَّ اللهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun [al-Hajj/22:60] Beliau berkata: "Ar...

Arti dan Maksud Sunnah Rasululullah - 1

Gambar
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" ( Al Ahzab: 21 ) Disunnahkan Saat Tidur, Miring ke Kanan "Berbaringlah diatas rusuk sebelah kananmu" ( HR. Bukhari-Muslim ) 1. Mengistirahatkan otak kiri 2. Mengurangi beban Jantung 3. Mengistirahatkan lambung 4. Meningkatkan pengosongan Empedu, Pankreas 5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi 6. Merangsang BAB 7. Mengistirahatkan kaki kiri Disunnahkan Saat Makan dan Minum, Duduk "Janganlah seorang diantara kalian minum sambil berdiri. Barang siapa yang lupa hal itu maka muntahkanlah. Lalu kami bertanya, Kalau makan?, Beliau bersabda; kalau makan sambil berdiri maka itu lebih buruk dan keji" Dr. Ibrahim Ar-Rawi menyatakan bahwa manusia ketika berdiri dalam keadaan tertekan dan alat penyeimbang dalam syarafnya dalam keadaan sangkat aktif. Sehingga, i...